Hai guyss aku punnya puisi nih, semoga bisa membantu ya :)

AKU BERKACA

Oleh: Chairil Anwar

Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Ku dengar seru menderu
Dalam hatiku
Apa hanya angin lalu?

Lagi lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah..!!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak ku kenal..!!!
Selamat tinggal…!!



Perih

Oleh: Regina Melinia

Akankah kau berpikir

Apa yang akan terjadi

Menyakitkankah?

Menyenangkankah?

Menyusahkankah?



Semua luka yang tertinggal

Tak mudah tuk di hapuskan

Menyayat hati

Merobek cita



Musnah sudah semua harapan

Pernah terbesit sebuah cita cita bersama selamanya

Musnah sudah sekarang

Semenjak kau dengannya

Kau tinggalkan aku

Bersama janji mu





Rindu

Oleh :Regina Melinia

Rindu itu berat

Kau tau kenapa

Karena kau bagaikan candu dalam hidupku

Begitu nyata

Begitu indah

Menghiasi setiap detik hidupku

Membawa sebongkah harapan

Harapan yang dulu pernah hilang

Kembali menyala

Menyalakan api yang sempat padam

Kau tau akan jadi apa aku tanpamu?

Bagai tungku tanpa api



Hujan

Oleh:michaela Isti



Kepada sesorang di luar sana,

Yang dulu empat berharap,

Dapat bersama.....

Berbaliklah dan temukan

Jika kau masih (ingin) bersama

Ini merupakan kesempatan

Sebuah rasamu berbalah



Bertahan

Oleh :Regina Melinia

Kau tau saat paling membahagiakan bersamamu

Itu adalah saat di mana aku bisa memuatmu merasa nyaman di sisiku

Tak terbebani apapun

Walau hannya sesaat

Aku sangat menikmatinya

Detik demi detik yang kita lalui bersama

Membuatku merasa sangat bahagia

Merasa seperti kilauan emas di tengah semak blukar

Mungkinkah kita bisa bertahan?

Kau ke masjid

Aku ke gereja

Mampukah  kita bertahan

Mampukah kita melanjutkannya

Ku hanya bisa berdoa

Semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita 





Jarak

Oleh : Regina Melinia



Yakinkah kau ini hanya sekedar jarak

Bisakah kau memastikannya

Akankah kau bertahan

Dalam keheningan ini

Bisakah kau meyakinkanku

Untuk bertahan

Bersamamu

Dalam ribuan jarak antara kita

Bagai pelangi ditengah gelapnya malm

Kau tau, aku bimbang

Aku pusing

Tak tau harus berbuat apa

Mengingatmu membuatku luluh

Ingin rasanya melupakankanmu

Namun apadayaku tak bisa

Hasuskah aku belajar melupakanmu

Apakah aku harus tetap tinggal

Dan melanjutkan kisah kita



Pergi

Oleh : Regina Melinia



Haruskah aku memikirkanmu

Pentingkah kau dalam hidupku

Kenapa kau terus datang

Merusak semua rencanaku

Menyita semua waktuku

Menyita semua tenagaku

Kenapa kau harus datang

Kalu akhirnya kau tak menetap

Sesuahkah untuk tetap tinggal

Dan melanjutkan semuanya

Membuat sebuah kisah yang indah





Sahabat

Oleh : Paulita Neri

Angan di hidupku melayang

Disaat aku mengingatmu

Banyak kata yang tak pernah ku ucap

Ku tinggalkan seluruh cerita

Yang layak ku kenang

Wahai sahabat....

Ku rindu canda tawamu bersamaku

Tapi...

Seluruh itu hannya berjuta mimpi

Kerapuhan hatiku, terjamah sudah

Waktu kamu menemukan teman baru

Maaf...

Aku bukan pendengar dan

Penghayat cerita yang baik

Apalagi memberikan penjelasan akan rumitnya ceritamu

Tapi setidaknya...

Tak lepas stusku

Menjadi pembuangan akhir cerita itu

Walau lebih sering teremehkan

Datang ketika dibutuhkan saja

Tapi tidak masalah bagiku

Kau tetap sahabatku

Terimakasih sahabatku




Oleh :Ignatia Vani

Yang tahu kamu, ya cuma kamu

Yang tahu aku, ya cuma aku

Banyak hal yang gak semua orang perlu tahu

Namun....

Buakn berarti, kamu gak bisa kepada aku, maupun mereka

Aku tahu, kamu pandai berkawan, sehingga banyak juga kawanmu

Tapi, anggaplah kami, sebagai tempat “PULANG” –mu yang

Siap menantimu dlam keadaan apapunkamu, dan bagaimanapun sifatmu

Kembalilah kalau kamu lelah dan jangan lupa

“PULANG” kalau kamu sudah pergi jauhJ

Selamat bertemu dengan kesuksesanku, maupun kamu, maupun mereka

Aku mencintaimu





Oleh : Baptista Varani

Jika kamu mendengarnya

Kau tak akan terluka

Bahkan sampai tak merasa

Cita seakan berkata tuk mencela

Namun aku sudah menutup telinga sebelumnya

Sebelum untaian kata memasuki dada

Aku keburu menampisnya

Bukan karena tak suka

Tapikarena aku cinta




Oleh : Baptista Varani

Mungkin

Mungkin tak tertulis di depan mata

Mungkin tak tertulis pada dindingnya

Mungkin tak tersirat di bibirnya

Mungkin tak terlihat pada senyumnya

Mungkin tak terbayang di dalam hatinya

Mungkin juga tak terpikir dalam setiap langkahnya

Mungkin dia tak mengerti

Mungki dia hanya berlari

Mungkin dia tak berhenti

Mengetuk pintu ini

Walau hanya mengucap permisi...



Oleh : Angel Hizki Lay

Kamu layaknya es krim

Nikmat untuk di lihat dan dirasa

Bingung harus dibuat apa saat meleleh, harus memilih

Dihapus atau dibersihkan atau dibiarkan begitu saja?





Oleh : Angel Hizki Lay

Katanya rindu itu susah

Katanya rindu itu sedih

Katanya rindu itu berat

Kata siapa?

Memang susah jika dijalani sendiri

Memang sedih bila dijalani sendiri

Dan memang berat jika dijalani sendiri

Apakah kamu tidak merasakannya?

Hatimu terbuat dari apa?

Dasar kepala batu

Tapi aku suka...





Oleh : Angel Hizki Lay

Sudah terbiasa diabaikan

Ketika kamu pergi lalu kembali

Pintuku tetap akan terbuka

Kamu yang membuka pintuku

Jangan sampai

Kamu juga yang akan menutupnya



Oleh : Baptista Varani

Jendela itu tertutup

Anginpun tidak bisa menembusmu

Rusukpun telah melemah

Kain putih yang masih bersih

Berlukis kenangan yang semakin menjadi

Kumpulan memori yang sama sekali

Tak bisa menghargai





Kesekian kalinya

Oleh : Michaela Isti

Berbaliklah dan carilah

Apa yang memang untuk hatimu

Dapatkan dan pertahankan

Jangan sampai hatimu kembali

Merasakan kepahitannya untuk kesekian kalinya



Bukan

Oleh : Michaela Isti

Bersama bukan karena kesamaan

Bukan karena keinginan hati

Namun karena adanya perbedaan

Yang akhirnya

Menyatukan setiap hati


Merindu

Oleh : Michaela Isti

Malam kelabu, berteman rindu

Derai air, hanyutkan kenangan hati

Mendengan suara namun tak beraksara

Berkata namun tak terungkap

Apakah ada yang mengerti?

Biarkan kunang yanng terangi

Sudut ruang hati yang merindu

Kesempatan

Oleh : Michaela Isti

Kepada seseorang di luar sana

Yang dahulu sempat berharap,

Dapat bersama....

Berbalik dan temukan

Jika kau masih ingin bersama

Ini merupakan kesempatan

Sebuah rasa berbalas



Rasa

Oleh : Michaela Isti

Ada rasa yang tak sempat diucapkan

Karena kata tak mampu berucap

Bagaimana lagi memberikan kesempatan

Pada hati yang telah terluka lebar

Agar ia dapat kembali pulih

Waktu hanya bisa terdiam

Melihat pertengkaran antara hati dan batin

Bila memang ingin diungkapkan

Ungkapkan dengan bahasa

Yang mungkin dapat dimengerti hati



Tertahan

Oleh : Michaela Isti

Kita hanya bertemu dalam diam

Hanya berjumpa dalam gelap

Kita berbincang namun tak berkata

Berkata namun tak terucap

Sampaikan maksud namun tak tersampai

Memaksa namun hanya tinggalkan luka

Berdiampun akan meninggalkan pula luka

Beranjak pergi namun tertahan

Bertahan namun menimbulkan kesakitan

Harus bagaimana hati bertindak

Tinggal ataukah beranjak



Bersama

Oleh : Michaela Isti

Pertama kita berjumpa

Ku merasa kau sama dengan yang lainnya

Saat kita kembali berjumpa

Baru kusadari kau berbeda

Tak pernah ku mengira

Kita kan bersama

Jalani waktu bersama

Melukis kisah tak terlupakan

Aku, kamu, dan dirinya

Bersama kan jadi kita

Kita kan raih segalanya

Kita bersama, selamanyaaaaa



Hanya

Oleh : Michaela Isti

Hanya dapat memikirkan

Tak berani berharap

Selalu merindu, namun terpendam

Ingin ungkap segala rasa

Namun kusadari

Dirimu memang bukan untukku

Ku ingin lupakan rasa itu

Sekuat kulupakan semuannya

Sekuat itu juga menentangku untuk lupakan

Mengharapkan, hati terluka

Melepaskan, hati terluka pula

Bagaimana ku harus melangkah

Membawa cintaku yang tak terbatas

Ku coba berhenti

Namun hati merintih

Bagaimana kabar hatiku?





Oleh : Michaela Isti

Ada sebuah perasaan

Yang sulit diungkapkan

Walau hanya dalam kata

Tak mampu terucap

Banyak yang terpendam di dada

Namun hampa saat diutarakan

Bergejolak di dada

Hanya saja tak berani ku ungkap

Ingin ku ungkap padamu

“Bahwa aku mencintaimu”

Akan tetapi kata yang keluar

“Bahwa kau dengannya saja”
Sebuah sikap mengalah

Yang mengorbankan hati

Namun jujur, aku turut bahagia

Dengan rasa bahagia yang

Menyelimuti hatimu dan seluruh duniamu

Aku bersyukur telah mengenalmu

Telah merasakan rasa

Yang sampai sekarang

Belum ku utarakan

Biar hanya tersimpan

Biarkan hilang dengan perlahan










Komentar

Posting Komentar